Senin, 28 Februari 2011

Asal Usul Dorayaki Makanan Favorit Doraemon Beserta Resepnya


Pecinta anime di Indonesia pasti sudah mengenal Dorayaki, kue kesukaan Doraemon ini ternyata mempunyai sejarah yang menarik. Dikisahkan, konon dahulu kala Dorayaki diciptakan oleh seorang pendekar bernama Saito Musashibo Benkei. Benkei adalah seorang biksu di Gunung Hiei. Ketika kalah dalam berduel, ia menderita luka dan harus dirawat di rumah penduduk. Setelah sembuh Benkei memanggang adonan dari campuran air dan tepung di atas gong (kabarnya Dorayaki dinamakan karena bentuknya seperti gong atau “dora” dalam bahasa Jepang). Selesai memanggang adonan, Benkei memberikan kue bundar berisi selai kacang tersebut kepada penduduk yang telah merawatnya.


Pada awal pembuatannya Dorayaki hanya terdiri dari satu lembar kue bundar dengan pinggiran yang dilipat sedikit sehingga berbentuk segi empat, namun skarang berubah menjadi dua lembar dan berbentuk bundar. Pada tahun 1914, Dorayaki diperkenalkan oleh perusahaan kue Usagiya dan menjadi populer di seluruh Jepang. Di Indonesia Dorayaki juga dikenal dengan sebutan Obanyaki dan rasanya sudah disesuaikan dengan selera masyarakat Indonesia.

Resep Kue Dorayaki

Bahan:
100 gr tepung terigu
2 sdm gula pasir
1 sdm madu
1/2 sdt garam
3 btr telur
75 ml susu cair
1 sdt margarin untuk mengoles

Isi:
100 gr kacang merah
3 sdm gula pasir
150 ml susu cair

Cara membuat:
1. Campur gula pasir, madu, telur dan garam, kocok hingga kental, tambahkan tepung terigu dan susu cair sedikit demi sedikit, aduk rata.
2. Panaskan cetakan dorayaki atau wajan anti lengket diameter 8 cm, oles wajan dengan margarin.
3. Tuang satu sendok sayur adonan ke dalam cetakan hingga 3/4 tinggi cetakan, biarkan hingga permukaannya berlubang lubang, tutup cetakan, masak hingga bagian bawah berwarna kecokelatan. Angkat.
4. Buat isi: rebus kacang merah hingga lunak, angkat, tiriskan, haluskan. Masak kembali hingga kental, masukkan susu cair dan gula pasir, masak hingga kental, angkat.
5. Oles bagian permukaan dorayaki dengan isi hingga rata, tutup dengan dorayaki lagi, sajikan.

Untuk 4 buah.

Sumber : http://feriandyundercover.blogspot.com/2011/02/asal-usul-dorayaki-beserta-resepnya.html Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Inilah Kisah Dibalik Suksesnya Seorang yang Buta untuk Menaklukan Gunung Everest


Eric Alexander bertemu dengan Erik Weihenmayer (Erik W) ketika teman sekamar Eric, Darol yang menggunakan kursi roda mengijinkan Erik W untuk menginap setelah melakukan ekspedisi ski, Kedua Eric ini akhirnya menemukan bahwa keduanya memiliki hasrat yang sama dalam pendakian dan memulai dengan mendaki gunung Vail yang ada di daerah mereka.

Dalam salah satu pendakian, Eric menerima ajakan Erik W untuk menjadi penunjuk jalan dalam ekspedisinya ke pegunungan Everest. Sebelumnya Eric sudah berprofesi sebagai pendaki. Dia juga bekerja dengan para pemain ski yang buta di sebuah resort. Pada 25 Mei 2001, Eric dan 19 anggota pendakian membuat sejarah dengan mendaki gunung Everest, gunung tertinggi di dunia pada ketinggian 29.035 kaki. Pendakian ini adalah salah satu pendakian yang paling berhasil. Bahkan Majalah Time meliput kisah mereka, karena ini adalah pertama kalinya orang buta berhasil mendaki gunung Everest.

Eric mengatakan bahwa Erik W adalah orang yang memiliki visi. Tim Everest mereka bukanlah sekelompok orang biasa. Banyak orang yang mendaki gunung Everest berakhir gagal atau tewas.

Itu merupakan kerja tim. Eric telah menjadi mata bagi Erik W, dan Erik W adalah dukungan semangat bagi Eric. Eric mengatakan bahwa dia tidak akan berhasil melakukan pendakian tanpa Erik W. Dalam pendakian Everest tersebut mereka menghadapi banyak hal. Hal ini juga berkaitan dengan hubungan dalam tim. Eric mengatakan bahwa setelah pendakian, tim pendaki merasa beruntung bahwa mereka masih saling terhubung, dan hal ini tidak selalu terjadi.

Di tahun 2002, Eric dan Erik W pergi ke Rusia dan mendaki gunung Elbrus dengan ketinggian 18.500 kaki dan lagi sukses mendaki gunung Kosciusko, di Australia – dua lagi dari tujug pertemuan (tujuah titik tertinggi di tujuh benua). Apalagi mereka turun dari puncak itu dengan ski – ini membuat pertama kalinya orang buta turun dari puncak gunung dengan ski.

Salah satu ayat kunci yang di pegang Eric adalah Pengkotbah 4:9-12, “Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya! Juga kalau orang tidur berdua, mereka menjadi panas, tetapi bagaimana seorang saja dapat menjadi panas? Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.” Kerja tim sangat penting dalam pendakian Everest dan ayat itu menjadi nyata. Berikut adalah beberapa pelajaran kunci yang Eric pelajari dari pendakian tersebut:

Keberanian – Keberanian untuk melayani sesame. Tipe keberanian ini memaksa Anda untuk keluar dari zona nyaman dan percaya bahwa ada sesuatu yang lebih besar dari diri Anda sendiri. Anda mengorbankan diri Anda sendiri untuk kebaikan orang lain (seperti dalam militer, untuk melayani dan melindungi). Bagi Eric contoh dari hal ini adalah ketika ia memandu Erik W melewati beberapa tantangan. Pada saat itu, yang terpenting bagi Eric adalah melihat Erik W berhasil.

Percaya – Karena Erik W buta, rasa percayanya lebih besar. Di memegang kata-kata Eric dan percaya bahwa Eric melakukan yang terbaik baginya. Eric menyamakan hal itu seperti ia mempercayai Tuhan – memiliki iman dan percaya kepada-Nya. Sekalipun kita tidak bisa melihat dan jalanan terjal harus dilalui, percayalah bahwa Tuhan melakukan yang terbaik bagi kita.

Kerja tim/Kesatuan – sebuah kerja tim tidak dapat dilakukan tanpa kerjasama.

Ketekunan – sebuah contoh adalah ketika mereka berada di perkemahan ke 5, hampir mendekati puncak Gunung Everest. Pemimpin kelompok lain mencoba membuat semangat mereka melemah ketika mereka hampir tiba di puncak. Tim Eric tekun untuk menolak hal itu. Mereka terus mendaki sekalipun yang mereka lihat hanya salju sepanjang jalan. Selain itu Eric juga harus bergulat dengan rasa takutnya yang sejak lama menghantuinya (dia pernah mengalami HAPE – munculnya cairan di paru-paru karena berada di datarang yang tinggi). Tetapi, dia berhasil mengatasi ketakutannya dan berhasil mendaki hingga ketinggian 26.000 kaki tanpa bantuan oksigen.

Kepemimpinan – Eric belajar tentang memimpin diri sendiri ketika pemimpin tim Pasquale harus turun ketika mencapai perkemahan ke 4. Dia terlalu lelah dan kakinya sakit, tetapi dia mengorbankan rasa sakitnya untuk mencapai puncak untuk kebaikan orang lain dalam tim. Dan juga, Eric belajar bahwa di tim mereka ada pemimpin yang berbeda di tiap keadaan dengan gaya kepemimpinan masing-masing

source

5 Tahun Lagi Kita Bakal Internetan Pake Ginian !

Muncul pertama kali komputer berukuran sebesar kamar anda, kemudian menjadi compact untuk komputer desktop, lalu berevolusi lagi menjadi laptop, tablet, dan beberapa tahun yang akan datang anda akan berkomputasi dengan “Komputer Gelang”. Yang mana display Interfacenya menggunakan visual secara hologram !!

Begini bentuk designnya :

Kini team designer dari India sedang mengembangkan design dari teknologi komputer gelang ini yang diberi nama ‘Project HOLO.2.0′, dengan komputer gelang ini anda bisa melakukan aktifitas komputasi yang benar-benar ‘kapanpun’ dan ‘dimanapun’, karena memang konsepnya yang benar-benar sangat ‘portable’. Bahkan mungkin bisa anda gunakan sambil berlari… Konsep ini diproyeksikan akan muncul pada tahun 2015, masih ada banyak waktu untuk menikmati komputer ‘konvensional’ anda yg sekarang…

Begini cara penggunaannya :

sumber

Kisah Pengusaha Sukses Yang Masih Berusia 18 Tahun

Victor Giovan 18 Tahun, Sudah Punya Puluhan Karyawan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqd59uLIaFsqlL5yLQrdt9XGidlgukkJ20ZcFJ7QebpMiEUrtCIxd9noqz_hCtTcTZt_PIgOx8ClFgT2OEwWkRRzxvh6A6Y1uEJPmLQFxeqdWAa3DiamAyYN7_6jeHSCt9-J9lDs4RJVrx/s1600/0826187620X310.jpg

Bisnis aneka minuman cepat saji kian mengalir. Mulai mengusung merek pribadi hingga waralaba (franchise). Bahan dasarnya bisa susu, cincao, teh, sinom alias jamu, buah, hingga yang serba racikan sendiri. Bisnis teh kemasan siap saji misalnya, banyak diminati lantaran keuntungan yang diperoleh cukup besar, cara pembuatannya juga tak sulit.

Meracik teh yoghurt kini menjadi andalannya. Padahal, Victor Giovan Raihan, pelajar 18 tahun ini, semula hanya iseng-iseng saja membuat minuman yang memadukan teh dan susu fermentasi ini. Hasilnya, minuman olahannya ternyata memiliki banyak penggemar.

“Modal awalnya Rp 3 juta dengan meminjam dari orangtua sekitar 2010. Saat ini per outlet paling apes menghasilkan Rp 2 juta per bulan. Outlet lain yang ramai bisa lebih dari itu,” aku pemilik merek Teh Kempot ini.

Ide menamai Teh Kempot berasal dari cara orang minum teh kemasan dengan sedotan, jika teh terasa enak dan hampir habis pasti orang akan terus menyedot hingga bentuk pipinya kempot. Begitu kira-kira harapan Victor menjadikan teh yoghurt berasa paling yummy.

Sulung dua bersaudara yang bersekolah di SMA Negeri 1 Kepanjen ini memiliki 10 outlet yang dikelola sendiri dan 17 outlet yang dikelola oleh mitranya. Bermitra dengannya cukup bayar Rp 3,5 juta dan akan mendapatkan 1 paket booth (gerobak), alat masak dan 100 cup (gelas kemasan) pertama. Dua mitra diantaranya ada di Jakarta dan Palembang, lainnya tersebar di Kota Malang.

“Saya belum berani menjual hak dagang secara franchise karena masih sangat pemula. Jujur saja bisnis teh kemasan siap saji ini marjin keuntungannya bisa 350 persen. Kalau kuliner seperti, Bakso Mercon yang sedang saya kelola, marjin keuntungannya hanya 100 persen,” lanjut putra pasangan Sri Winarsih dan Bambang Hermanto.

Victor memang lebih dulu mengelola bisnis bakso, ketimbang teh yoghurt. Outlet baksonya baru ada lima, kesemuanya ada di Malang. Tahun ini, ia berencana nambah lima outlet. Bisnis yang dikelolanya ini belakangan berkembang ke minuman. Alasannya sederhana, kalau orang makan bakso pasti butuh minum.

“Saya coba beli daun teh setengah matang dari pemasok, saya kelola sendiri lalu saya mix dengan yoghurt (susu fermentasi). Ada rasa lemon tea, stoberi, dan cokelat,” ujar pria yang bermukim di Jl Panji II Kepanjen ini.

Per kemasan atau segelas teh yoghurt ukuran 250 ml dijual seharga Rp 2.000-2.500. Jumlah karyawan yang bekerja padanya kini tak kurang dari 50 orang, termasuk untuk outlet bakso dan teh yoghurt.

Setiap harinya, ia bisa menghabiskan 20 kg daun teh kering untuk diproduksi atau menjadi 70 gelas. Gula yang dibutuhkan 4 kg per outlet per hari. Sedangkan kebutuhan daging untuk bakso sekitar 20 kg per hari.

“Usaha bakso tetap akan jadi core business saya karena omzetnya besar. Kalau teh hanya sampingan. Ke depan, saya akan tambah mitra di kota-kota besar, seperti Surabaya dan Sidoarjo,” lanjut Victor.

Ia mengaku, jalan yang ia tempuh dari hasil kerja kerasnya kini membawa keberuntungan yang luar biasa di usianya yang masih belia. “Saya tidak tahu jika dulu saya mengikuti anjuran ayah untuk sekolah di kepolisian apa ‘omzet’nya akan sebesar ini. Keluarga besar saya semua di jalur angkatan bersenjata. Tapi saya tidak minat mengikuti jejak tersebut,” yakinnya.

Untuk perluasan usaha, Victor masih enggan mengajukan kredit kemana-mana. Pakai modal pribadi dan pinjam orangtua masih memungkinkan. “Toh bapak saya dapat fasilitas kredit dari bank, yakni kredit kepolisian. Saya pinjam dari situ juga,” pungkasnya. (Dwi Pramesti YS)

sumber :http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/02/27/08422745/18.Tahun.Sudah.Punya.Puluhan.Karyawan

Ayam Kalkun Ternyata Masih Keturunan dengan Tyrannosaurus (Benarkah Itu?)


Di sejumlah negara ada tradisi yang dilakukan beberapa hari setelah Thanksgiving. Pada kesempatan itu, dua orang akan memegang tiap ujung dari tulang garpu (wishbone atau furcula) ayam kalkun. Mereka menarik masing-masing ujungnya sampai tulang itu patah menjadi dua.

Sebagai informasi, wishbone merupakan tulang yang khusus karena ia merupakan satu kesatuan.
Furcula, istilah biologi untuk tulang garpu atau wishbone terbentuk dari penggabungan dua tulang selangka di sekitar tulang dada. Furcula merupakan bagian penting dari mekanisme penerbangan burung. Ia menjadi titik penghubung untuk otot dan alat penguat bagi sayap.

Tulang itu sendiri sebenarnya elastis dan bertindak sebagai pegas yang menyimpan dan melepaskan energi saat burung mengepakkan sayapnya. Sangat sulit untuk mematahkan tulang ini jika belum dikeringkan.

Seperti dikutip dari Life Little Mysteries, 25 Februari 2011, sebelum ini ilmuwan mengira bahwa furcula merupakan tulang yang unik, yang hanya dimiliki burung.

Namun kini paleontologis memastikan, tulang ini sudah ada sejak lebih dari 150 juta tahun lalu dan tulang itu dimiliki oleh dinosaurus berkaki dua, yang memakan daging, yakni Tyrannosaurus dan Velociraptor.

Seperti diketahui, dua makhluk hidup reptil ini tidak terbang. Pada tubuh mereka, furcula kemungkinan bertindak sebagai struktur penopang saat dinosaurus itu memegang mangsanya.
Temuan ini merupakan komponen penting dari teori yang umum diterima bahwa burung dan unggas termasuk ayam kalkun merupakan keturunan dari dinosaurus seperti Tyrannosaurus.

source