Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 April 2012

Inilah 8 Tempat Terangker di Pulau Jawa

1. Kawasan Pantai Selatan Pulau Jawa

Konon pantai selatan pulau jawa dihuni oleh makhluk jin yang dipimpin Ratu Kidul. Kawasan pantai selatan yang dianggap angker adalah Pantai Parangkusumo (Tempat labuhan Kraton Yogyakarta, dianggap sebagai pintu gerbang gaib keraton Laut Kidul), Pantai Parangtritis, Gua Langse (pertapaan).

2. Keraton Yogyakarta

Bila berkunjung ke keraton jogja di siang hari tentu tidak terlalu terasa keangkerannya. Tapi kalau sudah menjelang sore hingga malam hari suasana berubah 180 derajat. Memang suasananya indah, lampu-lampu menambah keindahan istana ini. Sunyi senyap suasananya, hanya beberapa abdi dalem yang lewat. Dilain pihak suasana sakral sangat terasa. Yang paling kuat adalah disekitar bangsal proboyeksa di belakang bangsal kencana. Ya pasti..karena tempat tersebut merupakan tempat penyimpanan pusaka kraton. Yang menjaga tentunya bukan manusia tapi khusus prajurit dari dunia lain.
Menurut rekan penulis yang merupakan fotografer senior yang mendapat tugas untuk mengambil foto bercerita banyak. Mulai dari camera yang selalu mati ketika dibidikan disuatu obyek padahal ketika diulang diobjek lain bisa hidup. Hasil foto yang yang tidak masuk akal ketika dicetak ternyata ada sepasang mata raksasa yang sedang mengawasi.

3. Makam Raja-Raja Imogiri

Makam imogiri merupakan makam raja raja mataram sampai keturunanya kasultanan yogyakarta dan kasunanan surakarta. Untuk masuk areal makam raja harus mengenakan pakaian khusus dan menggunakan peraturan khusus. Tidak boleh sembarangan di makam ini gan….

4. Gunung Merapi

Setiap tahun Kraton Yogyakarta mengadakan labuhan untuk menghormati pengunggu gunung merapi Eyang Sapu Jagad . Bagi pendaki merapi pasti tidak asing dengan pasar bubrah. Pasar bubrah adalah pasarnya bangsa mahkluk halus. Watu gubug di gn.merbabu adalah pintu gerbang menuju kerajaan gaib. Di puncak gunung gede terdapat lapangan luas yang konon pendaki yang berkemah di sana sering mendengar derap kaki kuda atau melihat istana.

5. Alas Purwo Banyuwangi

Alas Purwo berada di pesisir selatan dekat pantai plengkung. Sejak dulu alas purwo digunakan untuk menguji ilmu bagi pertapa yang ingin berhubungan dengan dunia gaib.

6. Gunung Tidar Magelang

Gunung Tidar tidak hanya terkenal sebagai ikon atau identitas Kota Magelang. Bagi sebagian orang yang memang nglakoni lelaku spiritual , Gunung Tidar merupakan salah satu obyek yang menjadi tempat tujuan mereka untuk mendekatkan diri kepada Gusti Allah.
Dahulu, Gunung Tidar terkenal akan ke-angker-annya dan menjadi rumah bagi para Jin dan Makhluk Halus. Jalmo Moro Jalmo Mati, setiap orang yang datang ke Gunung Tidar bisa dipastikan kalau tidak mati ya modar (dan mungkin hal ini yang menjadi asal usul nama Tidar).
Berdasarkan penuturan Mbah Paiman selaku Juru Kunci Gunung Tidar, di Gunung Tidar terdapat 2 buah makam yaitu Makam Kyai Sepanjang dan Makam Sang Hyang Ismoyo (atau yang lebih dikenal sebagai Kyai Semar). Sedangkan tempat yang selama ini dikenal sebagai Makam Syekh Subakir sebenarnya hanyalah petilasan beliau.

7. Lawang Sewu

Lawang Sewu sudah terkenal dengan keangkeran nya. Orang-orang yang tinggal disekitar perumahan sana sering mengatakan bahwa mereka melihat bayangan-bayangan dan sebagainya. Lawang Sewu terletak di Semarang, Jawa Tengah dan diberi nama Lawans Sewu yang dalam bahasa Jawa berarti Seribu Pintu karena bangunan ini mempunyai pintu yang banyak sekali.

8. Kawasan Gunung Bromo

Di ranu kumbolo didekat gn semeru, para pendaki yang berkemah sering melihat hantu wanita muncul dari tengah danau. Peristiwa-peritiwa gaib sering dialami para pendaki hampir di seluruh gunung-gunung yang terkenal dengan keangkerannya. Para pendaki sering diingatkan oleh masyarakat setempat, petugas, maupun peraturan yang jelas-jelas berisi pantangan-pantangan yang berhubungan dengan makhluk halus penghuni gunung yang bersangkutan.

sumber

Kamis, 15 Maret 2012

10 Stasiun Kereta Api Tertua di Indonesia

10. Stasiun Ijo (1880)
Stasiun Ijo (IJ) adalah stasiun kereta api yang terletak di sebelah barat Stasiun Gombong. Secara administratif, stasiun ini berada di Desa Bumiagung, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen. Selain sebagai stasiun persilangan, fungsi lainnya adalah sebagai pengontrol terowongan jalur rel (disebut Terowongan Ijo) yang berada di sisi timur stasiun ini. Pengelolaan stasiun yang terletak pada ketinggian +25 m dpl ini berada di bawah Daerah Operasi 5 Purwokerto. Stasiun yang dibangun pada pertengahan tahun 1880-an ini jarang disinggahi oleh kereta api. Stasiun berperon sisi ini memiliki tiga jalur rel.

9. Stasiun Malang Kotalama (1879)
Stasiun Malang Kotalama (MLK) merupakan stasiun kereta api yang terletak di Kecamatan Sukun, Malang. Stasiun yang berada pada ketinggian +429 m dpl ini berada di Daerah Operasi 8 Surabaya. Stasiun ini merupakan stasiun KA paling selatan yang berada di Kota Malang, dan tertua, dibangun pada tahun 1879. Penambahan nama "Kotalama" dimaksudkan untuk membedakan dengan Stasiun Malang Kotabaru yang dibangun belakangan.
Dari Stasiun Malang Kotalama terdapat percabangan rel yang menuju ke Dipo Pertamina.Tautan

8. Stasiun Surabaya Kota (1878)
Stasiun Surabaya Kota (SB) yang populer dengan nama Stasiun Semut terletak di Bongkaran, Pabean Cantikan, Surabaya. Letaknya sebelah utara Stasiun Surabaya Gubeng dan juga merupakan stasiun tujuan terakhir di kota Surabaya dari jalur kereta api selatan pulau Jawa yang menghubungkan Surabaya dengan Yogyakarta dan Bandung serta Jakarta. Stasiun lain yang juga penting di Surabaya adalah Stasiun Pasar Turi yang menghubungkan Surabaya dengan Semarang. Baru dalam masa kemerdekaan, Jawatan Kereta Api mengadakan layanan kereta api antara Jakarta dan Surabaya Pasar Turi melalui Semarang.
Berdasarkan sejarahnya, Stasiun Surabaya Kota dibangun ketika jalur kereta api Surabaya-Malang dan Pasuruan mulai dirintis sekitar tahun 1870. Tujuannya untuk mengangkut hasil bumi dan perkebunan dari daerah pedalaman Jatim, khususnya dari Malang, ke Pelabuhan Tanjung Perak yang juga mulai dibangun sekitar tahun itu. Gedung ini diresmikan pada tanggal 16 Mei 1878. Dengan meningkatnya penggunaan kereta api, pada tanggal 11 Nopember 1911, bangunan stasiun ini mengalami perluasan hingga ke bentuknya yang sekarang ini.

7. Stasiun Purwosari (1875)
Stasiun Purwosari (PWS) merupakan stasiun kereta api yang terletak di Jl. Slamet Riyadi No. 502, Purwosari, Lawiyan, Surakarta. Stasiun yang terletak pada ketinggian +98 m dpl ini berada di Daerah Operasi 6 Yogyakarta.
Stasiun Purwosari dibangun pada tahun 1875, dan merupakan stasiun tertua di Surakarta. Pembangunannya ditangani oleh NISM. Stasiun Purwosari berada di wilayah Mangkunegaran.

6. Stasiun Solo Balapan (1873)
Stasiun Solo Balapan (kode: SLO, +93m) adalah stasiun induk di Kestalan dan Gilingan, Banjarsari, Surakarta yang menghubungkan Kota Bandung, Jakarta, Surabaya, serta Semarang. Stasiun ini didirikan oleh jaringan kereta api masa kolonial NIS pada abad ke-19 (tepatnya 1873)

5. Stasiun Kedungjati (1873)
Stasiun Kedungjati (KEJ) merupakan stasiun kereta api yang terletak di Kedungjati, Kedungjati, Grobogan. Stasiun yang terletak pada ketinggian +36 m dpl ini berada di Daerah Operasi 4 Semarang. Stasiun Kedungjati diresmikan pada bulan 21 Mei 1873. Arsitektur stasiun ini serupa dengan Stasiun Willem I di Ambarawa, bahkan dulu beroperasi jalur KA dari Kedungjati ke Ambarawa, yang sudah tidak beroperasi pada tahun 1976. Pada tahun 1907, Stasiun Kedungjati yang tadinya dibangun dari kayu diubah ke bata berplester dengan peron berkonstruksi baja dengan atap dari seng setinggi 14,65 cm.

4. Stasiun Ambarawa (1873)
Museum Kereta Api Ambarawa adalah sebuah stasiun kereta api yang sekarang dialihfungsikan menjadi sebuah museum di Ambarawa, Jawa Tengah yang memiliki kelengkapan kereta api yang pernah berjaya pada zamannya. Salah satu kereta api uap dengan lokomotif nomor B 2502 dan B 2503 buatan Maschinenfabriek Esslingen sampai sekarang masih dapat menjalankan aktivitas sebagai kereta api wisata. Kereta api uap bergerigi ini sangat unik dan merupakan salah satu dari tiga yang masih tersisa di dunia. Dua di antaranya ada di Swiss dan India. Selain koleksi-koleksi unik tadi, masih dapat disaksikan berbagai macam jenis lokomotif uap dari seri B, C, D hingga jenis CC yang paling besar (CC 5029, Schweizerische Lokomotiv und Maschinenfabrik) di halaman museum.

3. Stasiun Lempuyangan (1872)
Stasiun Lempuyangan (kode: LPN, +114 m dpl) adalah stasiun kereta api yang terletak di Kota Yogyakarta, berjarak sekitar 1 km di sebelah timur dari stasiun utama di kota ini, yaitu Stasiun Yogyakarta. Stasiun yang didirikan pada tanggal 2 Maret 1872 ini melayani pemberhentian semua KA ekonomi yang melintasi Yogyakarta. Stasiun Lempuyangan beserta dengan rel yang membujur dari barat ke timur merupakan perbatasan antara Kecamatan Gondokusuman di utara dan Danurejan di selatan.

2. Stasiun Semarang Tawang (1868)
Stasiun Semarang Tawang (kode SMT) adalah stasiun induk di Tanjung Mas, Semarang Utara, Semarang yang melayani kereta api eksekutif dan bisnis. Kereta api ekonomi tidak singgah di stasiun ini. Stasiun ini merupakan stasiun kereta api besar tertua di Indonesia setelah Semarang Gudang dan diresmikan pada tanggal 19 Juli 1868 untuk jalur Semarang Tawang ke Tanggung. Jalur ini menggunakan lebar 1435 mm. Pada tahun 1873 jalur ini diperpanjang hingga Stasiun Solo Balapan dan melanjut hingga Stasiun Lempuyangan di Yogyakarta.

1. Stasiun Semarang Gudang / Tambaksari (1864)
Stasiun ini dibangun pada tanggal 16 Juni 1864 yang diresmikan oleh Gubernur Jenderal Baron Sloet van de Beele. Untuk pengoperasian rute ini, pemerintah Belanda menunjuk Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), salah satu markas NIS yang sekarang dikenal sebagai Gedung Lawang Sewu. Dan tepatnya pada 10 Agustus 1867 sebuah kereta meluncur untuk pertama kalinya di stasiun ini.

Mantan Analis CIA Jatuh Cinta pada Indonesia

Nama Claire Holt mungkin tak banyak yang tahu, meski sesungguhnya ia menjadi salah satu orang yang mengenalkan Indonesia ke dunia barat. Bukunya Art in Indonesia terbitan 1967 begitu mendunia dan termasuk panduan di masa tersebut untuk mengenal negeri ini.
Siapakah Claire Holt? Perempuan kelahiran Latvia pada 1901 ini semula adalah jurnalis untuk koran New York World mulai 1928 sampai 1930.

Tahun 1930, Claire tiba di Hindia Belanda (nama kolonial untuk Indonesia) untuk belajar menari, ia sangat tertarik pada berbagai tampilan tari nusantara. Kala itu, ia juga bekerja pada seorang antropolog berkebangsaan Belanda, Willem Stutterheim.
Dari Willem, Claire mempelajari banyak hal tentang aneka tarian nusantara dan interaksi lebih intensif dengan masyarakat etnik di Hindia Belanda. Ia memperoleh banyak sekali bahan untuk ditulis dan pemahamannya tentang seni dan budaya di Nusantara pun semakin meningkat. Bahkan kemudian ia menjadi rujukan banyak peminat seni dan etnik nusantara, seperti Rolf de Mare, pengarsip seni dan tarian.
Tak lama kemudian, tepatnya pada 1940, Claire balik ke AS dan ia membantu berbagai riset serta analisa yang dilakukan oleh Margaret Mead. Mereka berdua bekerja untuk ‘Office of the Strategic Service (OSS)’ yang merupakan cikal bakal ‘Central Inteliigence Agency’ (CIA). OSS merupakan organ pemerintah AS yang dibentuk untuk menganalisa berbagai peristiwa dan situasi di seluruh dunia, termasuk liku-liku di Asia tenggara.
Claire cukup lama di OSS, walau ia tak secara langsung bersentuhan dengan kebijakan-kebijakan sensitif yang dikeluarkan kantor tersebut. Bahkan pengetahuannya yang luar biasa, kemudian membawanya masuk ke lingkungan departemen luar negeri AS.
Claire menjadi rujukan bagi banyak analis-analis OSS, terutama terkait pemahaman terhadap keseharian masyarakat etnis dan kebudayaan yang berbeda di Asia Tenggara. Namun, pada tahun 1953, Claire memutuskan tak lagi bekerja untuk pemerintah AS karena ia melawan prinsip keamanan dalam negeri McCartyisme.
McCartyisme adalah paham yang sempat "menakutkan" banyak orang di Amerika Serikat, karena dengan mudah menuduh orang dengan cap komunis. Paham ini hasil kreasi Joseph McCarty, seorang senator dari Wisconsin.

Claire kemudian lebih memilih mengajar di Universitas Cornell dan pada tahun 1962, serta membantu suami-istri George McT Kahin dan Audrey Kahin mendirikan ‘Modern Indonesia Project’. Berbagai tulisannya bisa dijumpai di jurnal-jurnal internasional. Umumnya, tulisan-tulisan itu tentang Indonesia.

Perempuan yang berjasa pada pemetaan seni dan budaya Indonesia ini wafat pada tahun 1970, setelah tiga tahun karyanya tentang seni dan budaya Indonesia terbit.
sumber

Rabu, 07 Maret 2012

Agus Pramono, Dari Office Boy Jadi Miliarder

Agus Purnomo memperlihatkan ayam bakar di restoran Ayam Bakar Mas Mono, Tebet Raya, Jakarta Selatan. Foto : Ridlwan/Jawa Pos
Perjuangan tidak kenal lelah Agus Pramono berbuah manis. Anak tukang gulali di Madiun, Jawa Timur, itu berhasil mengembangkan usaha di tengah kejamnya hidup di ibu kota.

RIDLWAN HABIB, Jakarta

JAM sembilan pagi. Sembilan orang anak muda berbaju rapi itu antre di depan restoran ayam bakar Mas Mono di Jalan Tebet Raya Jakarta Selatan (28/2). Tangan kanan mereka menjinjing map. Raut muka serius dan tegang. Rupanya, mereka tengah bersiap wawancara calon pegawai anyar.

"Kami memang butuh karyawan karena outlet juga nambah terus," ujar Agus Pramono, sang bos restoran itu. Pria yang akrab dipanggil Mono itu tampil santai dengan mengenakan kaus dan rambut model spike.

Saat ini sudah 29 outlet resto milik Mono yang jalan dengan omzet ratusan juta per bulan. "Saya juga baru ekspansi ke bakso, namanya moncrot," ujarnya. Tidak hanya itu, Mono juga punya biro travel umrah dan haji, dua taman kanak-kanak Islam terpadu, serta bisnis jasa katering. Total karyawan Mono 1.020 orang.

"Alhamdulillah, dengan ikhtiar yang benar, rezeki kami seperti diantar," katanya. Mono lantas mengeluarkan buku karyanya berjudul Rezeki Diantar. Buku itu belum di-launching secara resmi. Tapi sudah beredar di kalangan teman-teman bisnisnya. "Alhamdulillah, yang pesan sudah lebih dari 10 ribu," katanya.

Sukses Mono tidak datang dengan sendirinya. Namun, lewat perjuangan keras. Merantau ke Jakarta setelah lulus SMA dari Madiun, Mono numpang di rumah kontrakan kakaknya di kawasan Bendungan Hilir.

Dia sempat magang di sebuah restoran cepat saji asal AS. Namun, badai krisis moneter pada 1997-1998 membuat perusahaan tempat dia bekerja melakukan PHK besar-besaran. Mono termasuk korbannya.

Tapi, Mono tidak menyerah. Setelah melamar ke berbagai tempat, anak kelima di antara enam bersaudara itu diterima sebagai office boy di sebuah kantor. "Pekerjaannya ngepel, bikin kopi, sampai antar surat. Pokoknya, semua saya lakoni," katanya.

Di waktu senggang, Mono minta diajari teman kantornya memakai komputer. "Saya belajar dari nol puthul," kata pria yang sering dipanggil Bondet oleh teman kecilnya di Madiun itu. Medio 2001, Mono mengambil keputusan besar. Dia berhenti dari pekerjaannya dan ganti haluan dengan berdagang gorengan.

"Saya pinjam gerobak dorong, ternyata ada seninya lho mendorong gerobak itu," katanya. Misalnya, jika jalan menanjak, posisi harus ditarik dan tidak boleh dipaksa didorong. "Awalnya belum tahu. Jadi, gorengan tumpah semua," katanya.

Saat itu, Mono memberanikan diri mempersunting gadis idamannya, Nunung. Mereka tinggal di kamar petakan 3 x 4 meter. "Kalau gorengan belum habis, saya taruh di bawah tampah (tempat dari bambu) supaya dikira laris oleh tetangga kos," katanya, lalu tersenyum.

Suatu ketika, ayah Mono sakit keras. Karena kantongnya tipis, dia tidak bisa pulang menjenguk ke Madiun hingga akhirnya sang ayah wafat. "Momen ini membuat hati saya sangat sedih. Saya berdoa di makam ayah, saya bertekad harus sukses," kata Mono.

Siapa sangka, Nunung yang hobi masak ternyata jago membuat ayam bakar. Hal itu menginspirasi Mono. Dia pun mengganti usaha gorengan menjadi ayam bakar. "Modalnya 500 ribu dan lima ekor ayam," ungkapnya.

Mono lantas mengganti gerobaknya ke sebuah warung tenda dekat Universitas Sahid, Jakarta. Jualannya laris manis. Saat itu 80 ayam ludes dalam hitungan jam. Tapi, pada 2004, lokasi dagangnya digusur karena hendak dibuat SPBU. Mono lalu pindah ke Tebet Raya 57.

Pada 2006, Mono membuka cabang lain. Namun, isu flu burung membuat bisnisnya terganggu. Omzet restoran Mono anjlok drastis selama beberapa bulan. "Mau gimana lagi. Saya jualan ayam, flu burung menyerang ayam. Wajar kalau orang takut," kata peraih Asia Pasifik Entrepreneur Award 2010 ini.

Tapi, Mono terus istiqomah jualan ayam dengan menjaga kebersihan. "Karyawan tidak boleh gondrong. Harus potong kuku dan cukur jambang. Pokoknya harus bersih sih," ujar Mono.

Cabang demi cabang dapat dibangun. Dua tahun lalu, salah seorang konsumen di cabang Depok komplain gara-gara uang kembalian kurang Rp 200 perak. Ayam Mono pun jadi gunjingan di situs-situs media sosial seperti kaskus dan Facebook.

"Saya sempat shock dan nggak mau lihat laptop. Down," katanya. Setelah agak tenang, Mono lantas minta maaf dan menjelaskan bahwa karyawannya sudah diberi sanksi.

Namun, tidak lama setelah itu, anak buah Mono berulah lagi. Kali ini tidak main-main: menusuk sopir taksi! Kasus uang kembalian dan karyawan yang menusuk sopir taksi membuat Mono sadar bahwa bisnisnya butuh karyawan yang benar-benar jujur. "Mulailah saya pakai prinsip bisnis spiritual company seperti yang diajarkan Ustad Yusuf Mansur," katanya.

Setiap calon karyawan harus menandatangani surat komitmen yang isinya 80 poin. Tiga poin di antaranya berlaku mutlak. Jika melanggar, karyawan yang bersangkutan harus langsung out. Yakni, salat lima waktu, tidak merokok, dan absen salat duha di outlet yang buka jam 8 pagi. "Kalau tidak duha berarti dianggap tidak masuk kerja," kata ayah dari Novieta, 9, itu. Karyawan juga wajib mengikuti pengajian mingguan.

Mono berpendapat bahwa rezeki tidak hanya harus didapat dengan halal, tapi juga harus berkah. "Banyak orang kerja keras, pergi pagi lebih dulu dari ayam, pulang tengah malam. Tapi, maaf, tetap miskin," katanya. Padahal, rezeki itu sudah dijatah Tuhan untuk diambil.

Mono kini juga aktif sebagai mentor, trainer, dan motivator entrepreneur. Tidak hanya di Indonesia, dia juga ceramah di Singapura, Malaysia, Australia, Makkah, Kuwait, dan Dubai. "Saya ini hanya lulusan SMA, tapi dipercaya untuk ngomong dengan bos-bos dan orang-orang pintar. Di situlah saya belajar," tuturnya.

Kini hidup Mono sudah mapan. Apa target selanjutnya" "Target saya buka cabang di kota-kota besar dunia. Sekarang baru di Singapura dan Malaysia," kata pemilik Hummer, Alphard, dan Toyota Fortuner ini.

Dia kini lebih punya waktu untuk kegiatan amal karena bisnisnya dijalankan secara franchise dengan bendera PT Panen Raya Indonesia bersama Hendi Setiono, raja kebab dari Surabaya. "Buku saya semua royalti untuk sedekah," kata pemilik akun Twitter @masmono_08 ini.



Jumat, 02 Maret 2012

Inilah Beberapa Makanan Khas Indonesia Paling Aneh Dan Ekstrim

Indonesia terkenal dengan keanekaragaman budaya, flora dan faunanya. Nah, pada makanan juga ada beberapa masakan asli suatu daerah yang merupakan masakan khas daerah tersebut, yang mungkin juga dirasa aneh dan asing didengar untuk dimakan dari orang yang berasal dari daerah yang lain.

Masakan aneh tersebut di antaranya :

Bothok Tawon
Makanan ini merupakan bothok dengan bahan dasar sarang tawon atau lebah. Rasanya ada yang pedas, manis dan asam segar. Bothok tawon masih bisa ditemui di daerah pedesaan jawa timur.

Lawar Bali
Lawar adalah makanan tradisional khas Bali yang bahannya dari daging babi, darah babi yang masih segar,parutan kelapa dan bumbu-bumbunya.Proses pengolahannya pun sangat unik yaitu daging babi yang diketek(potong2 halus) kemudian di campur dengan parutan kelapa dan bumbu khas serta yang terakhir dituangi darah segar babi untuk memberi warna merah yang membangkitkan rasa lapar. Lawar pada mulanya digunakan untuk sajian pada upacara baik upacara adat maupun upacara keagamaan, saat ini telah dijual sebagai hidangan baik di warung-warung, rumah makan bahkan hotel-hotel berbintang di Bali

Rujak Cingur
Sudah terlihat jelas belum bentuknya ya, hidung apa tuh :), bahan di atas adalah bahan dari rujak cingur, makanan khas kota surabaya. Cingur adalah sejenis kikil dari bagian hidung dan mulut sapi. Rujak cingur sangat enak memakai sambal petis dengan kacang tanah.

Soup Ceker Ayam
Kalau ini bahan dasarnya, kaki ayam, alias ceker. Gizi dan protein dari ceker ayam ini sangat tinggi.

Rempeyek Laron
Pernah tahu hewan yang terbang setelah hujan keluar, biasanya kita temui dekat lampu depan rumah. Namanya laron, hasil metamorfosis perubahan dari rayap kayu yang keluar setelah hujan. Oleh para penduduk, dijadikan bahan rempeyek.

Kelelawar Goreng Bumbu
Kelelawar goreng bumbu kecap sambal pedas, merupakan masakan khas dari manado. Mungkin di daerah lain juga ada tapi dengan bahan kelelawar buah atau codhot.

Ulat Sagu
Ulat sagu bisa ditemui pada pohon sagu yang sudah mati ada juga di pohon kelapa yang telah mati. Sebenarnya ulat sagu merupakan perubahan sebelum menjadi kumbang. Biasanya langsung dimakan mentah-mentah sebagai jamu dan obat kuat, khas dari papua atau NTB.

Tokek goreng
Digunakan sebagai jamu untuk masalah penyakit kulit. Tokek bisa kita temui hidup di rumah-rumah, ada juga yang ditangkarkan.

Tikus Panggang
Wah, ini tikus panggang namanya, asli dari manado punya. Ada yang sudah coba ?!?

Juice Cacing Tanah
Tidak dimakan mentah-mentah, cacing tanah dioleh dengan dikeringkan kemudian dijadikan serbuk sehingga nantinya bisa dijadikan juice. Merupakan resep turun temurun untuk obat dan anak yang sulit makan. Protein dalam daging cacing sangat tinggi manfaatnya.

Keripik Teripang
Makanan dari hewan laut seperti lintah. Mengandung protein yang tinggi. Kalau anda alergi sebaiknya dihindari.

Belalang Goreng
Walang goreng atau belalang goreng. Makanan ini bisa kita temui saat musimnya, banyak dijajakan warga sekitar desa gunung kidul.

Sate Kere
Makanan ini bisa anda jumpai di daerah solo, jawa tengah. Jangan heran koq namanya sate kere, satenya tidak ada yang dari daging, bahannya dari tempe menjos, tempe biasa, dan kikil.

Sate Biawak
Sate dari biawak dipercaya bisa berkhasiat untuk kejantanan para lelaki. Kalau di jawa disebut nyambik, hidup di sekitar sungai atau danau. Lemak biawak digunakan untuk minyak oles dan dagingnya untuk sate.

Sate Ular
Sate ular, pasti bisanya sudah dihilangkan, jadi tidak beracunlah.

Sate Kuda
Sate kuda, jantan seperti kuda. Patut dicoba kalau berani. Banyak ditemui di daerah jawa dan sumbawa. Ada pula susu kuda lho :)

Sate dan rica-rica Landak
Binatang yang mempunyai banyak bulu berjarum ini dijadikan bahan sate dan rica-rica. Dipercaya untuk obat sakit asma dan alergi kulit.

Sate Buaya
Bisa kita temui di daerah sumatra dan kalimantan. Buaya yang dibuat sate adalah buaya dari tangkaran.

Inilah Jadwal Konser Musisi Asing Disepanjang Bulan Maret

Memasuki bulan ke-3 di tahun 2012 ini, pawai konser musisi asing di Indonesia terus berlanjut. Jumlahnya tidak kalah dengan bulan-bulan sebelumnya. Begitu juga dalam hal kepopuleran nama-nama musisi yang didatangkan.

Bahkan beberapa nama di antaranya tergolong musisi legendaris dunia. Siapa saja?

2 Maret 2012: A1, Blue, dan Jeff “98 Degree” Timmons di Trans Studio Makassar, Makassar
Setelah Jakarta, sekarang giliran penonton di Makassar untuk menyaksikan penampilan rombongan cowok-cowok yang jaya di era '90-an ini. Harga tiketnya Rp 200.000 – Rp 300.000. Promotor: Mahkota Promotion.

2 Maret 2012: Al Jarreau, Herbie Hancock, Bobby McFerrin, Erykah Badu, Bobby Caldwell, The Manhattan Transfer di JIExpo, Jakarta
Selain nama-nama di atas, ada sejumlah musisi asing lain yang juga bakal tampil di hari pertama Jakarta International Java Jazz Festival 2012. Di antaranya, George Duke Trio, Maurice Brown, Depapepe, Medeski Martin & Wood, Juilliard Jazz Quartet, dan Ron King Big Band. Harga normal tiket masuknya Rp 600.000. Untuk menyaksikan pertunjukan beberapa musisi tertentu, diperlukan tiket tambahan yang dibeli terpisah. Promotor: Java Festival Production.

2 Maret 2012: The Pains Of Being Pure At Heart di Balai Sarbini, Plaza Semanggi, Jakarta
Untuk dapat menyaksikan langsung aksi panggung grup musik asal New York City ini di sebuah pusat belanja di Jakarta, bisa membeli tanda masuknya seharga Rp 350.000. Promotor: Revision Live.

3 Maret 2012: Pat Metheny, David Sanborn, Herbie Hancock, Dave Koz, Phil Perry, dan Laura Fygi di JIExpo, Jakarta
Sejumlah nama lain juga akan tampil di hari ke-2 Java Jazz Festival (JJF) 2012 ini, di antaranya, adalah Mamas Gun, The Manhattan Transfer, Depapepe, Frank McComb, Chris Standring, Tony Monaco, dan Sheila E. presents The E Family. Harga normal tiket masuknya Rp 600.000, belum termasuk tiket khusus beberapa musisi tertentu. Promotor: Java Festival Production.

3 Maret 2012: Roxette di Mata Elang International Stadium, Jakarta
Sempat menikmati zaman keemasan duo yang terdiri dari Marie Fredriksson (vokal) dan Per Gessle (vokal, gitar) ini pada era '80-'90an? Tentu kenal dengan lagu-lagu mereka seperti “Dressed for Success”, “Listen to Your Heart”, “Dangerous”, atau “It Must Have Been Love” kan? Nah, awal bulan Maret ini bolehlah bernostalgia dan bernyanyi bareng saat mereka manggung di Indonesia. Harga tiketnya Rp. Promotor: Big Daddy Live.

4 Maret 2012: Stevie Wonder, Al Jarreau, Bobby McFerrin, Swing Out Sister, Dave Koz, dan Phil Perry di JIExpo, Jakarta
Selain dapat menyaksikan langsung penampilan Stevie Wonder, sang legendaris peraih 22 piala Grammy, para penonton Java Jazz Festival 2012 di hari ke-3 bisa juga menikmati sajian musik dari sederet musisi asing lainnya seperti Chante Moore, Everette Harp, David Sanborn, Jeff Lorber, Poncho Sanchez Latin Jazz Band, dan Taylor McFerrin. Harga tiket sama seperti dua hari sebelumnya, Rp 600.000 tapi belum termasuk tiket special show. Promotor: Java Festival Production.

7 Maret 2012: Charice di Tennis Indoor Senayan, Jakarta
Kurang puas menyaksikan penampilannya saat manggung bersama David Foster tahun lalu di Jakarta? Sekarang ada kesempatan untuk melihat langsung aksi panggung penyanyi cewek asal Filipina ini saat menggelar konser tunggal di Indonesia. Harga tiket Rp 350.000 – Rp 400.000. Promotor: Big Daddy Live.

9 Maret 2012: Rick Price di Grand Pacific Ballroom, Yogyakarta
Setelah tahun lalu manggung di Jakarta, penyanyi asal Australia yang terkenal dengan lagu “Heaven Knows” dan “If You Were My Baby” ini datang lagi ke Indonesia untuk tampil di beberapa kota yang dimulai dari Yogyakarta. Dalam penampilannya kali ini, Rick Price akan ditemani oleh grup musik Kahitna. Harga tiket Rp 150.000 – Rp 1.500.000. Promotor: Rajawali Indonesia.

9 Maret 2012: A Day to Remember dan Underoath di Plaza Selatan, Senayan, Jakarta
Aksi panggung grup musik rock asal Florida, Amerika Serikat ini bisa ditonton dengan membayar Rp 450.000 untuk tiket masuknya. Promotor: Revision Live.

10 Maret 2012: A Day to Remember di Lapangan Basket Karebosi, Makassar
Selain Jakarta, para penggemar musik rock di Makassar juga bisa menyaksikan band Amerika yang berdiri sejak tahun 2003 ini. Harga tiketnya belum diumumkan pihak penyelenggara hingga tulisan ini selesai dibuat. Promotor: Revision Live.

10 Maret 2012: Architecture in Helsinki di Bengkel Night Park, SCBD Sudirman, Jakarta
Kalau tertarik melihat penampilan grup musik pop asal Australia ini, tiketnya bisa dibeli seharga Rp 375.000. Promotor: Beyond Productions.

11 Maret 2012: Rick Price di Santika Dyandra Convention Hall, Medan
Harga tiket Rp 150.000 – Rp 1.500.000. Promotor: Rajawali Indonesia.

13 Maret 2012: Rick Price di Clarion Ballroom, Makassar
Harga tiket Rp 150.000 – Rp 1.500.000. Promotor: Rajawali Indonesia.

16 Maret 2012: Rick Price di Sabuga, Bandung
Harga tiket Rp 150.000 – Rp 1.500.000. Promotor: Rajawali Indonesia.

17 Maret 2012: Friendly Fires di Fair Ground, Jakarta
Untuk melihat penampilan grup musik asal Inggris ini, siapkan duit sebesar Rp 395.000. Promotor: Berlian Entertainment.

17 Maret 2012: Beast di Jitec, Mangga Dua Square, Jakarta
Para penggemar K-pop tentu tidak akan melewatkan konser dari grup vokal cowok asal Korea Selatan ini. Tiketnya ditawarkan pada kisaran Rp 500.000 – Rp 1.750.000. Promotor: Marygops Studios.

18 Maret 2012: Rick Price di Grand City Convention Hall, Surabaya
Harga tiket Rp 150.000 – Rp 1.500.000. Promotor: Rajawali Indonesia.

18 Maret 2012: Jessie J di JIExpo, Kemayoran, Jakarta
Suka dengan lagu “Price Tag”? Ada kesempatan nih untuk menyaksikan lagu itu dibawakan langsung oleh sang penyanyinya. Harga tiketnya dipatok pada kisaran Rp 360.000 – Rp 1.200.000. Promotor: Asia Live Entertainment.

18 Maret 2012: Kina Grannis di Pizza e Birra, Plaza Indonesia, Jakarta
Untuk menonton penampilan musisi Jepang bernama lengkap Kina Kasuya Grannis ini di sebuah gerai pizza di pusat belanja, cukup siapkan duit Rp 150.000. Promotor: Ismaya Live.

18 Maret 2012: Toe di Museum Arsip Nasional, Jakarta
Lokasi yang dipilih untuk menggelar konser grup musik asal Jepang ini terbilang unik karena lain dari biasanya. Kalau tertarik menonton, siapkan uang sebesar Rp 350.000. Promotor: StarD Protainment.

28 Maret 2012: Earth, Wind & Fire di Tennis Indoor Senayan, Jakarta
Satu lagi grup musik legendaris yang akhirnya manggung di Indonesia. Untuk menyaksikan penampilan kelompok yang berdiri sejak tahun 1971 dan peraih enam piala Grammy ini, silakan memburu tiketnya yang ditawarkan mulai Rp 500.000 hingga Rp 1.500.000. Promotor: Original Production.

31 Maret 2012: Shed Seven di The Venue, Eldorado, Bandung
Grup musik rock yang sempat kondang di era '90-an ini sayangnya hanya manggung di satu kota saja dalam kunjungannya ke Indonesia. Harga tiket Rp 270.000. Promotor: 3Hundred.

31 Maret 2012: Anthrax di Pantai Carnaval, Ancol, Jakarta
Konser band trash metal ini seharusnya berlangsung akhir tahun lalu, tapi ditunda karena urusan keluarga dari salah satu personelnya. Akan tampil juga grup musik heavy metal Hellyeah sebagai bintang tamu. Harga tiketnya berkisar Rp 300.000 – Rp 420.000. Promotor: Blade Indonesia.

Senin, 27 Februari 2012

13 Produk Kuno Asli Indonesia, Yang Masih Diproduksi Sampai Kini

Produk - produk ini adalah produk asli buatan dalam negeri, mereka sudah ada bahkan sejak Negara ini belum lahir (merdeka), melalui berbagai zaman, revolusi dan perubahan radikal bangsa ini, Produk - produk ini masih terus bertahan untuk tetap eksis di pasaran..

1. Permen Davos [1931]
SOEYATI Soekirman tak pernah luput membawa Davos. Nenek 68 tahun warga Banyumas ini sudah puluhan tahun menggemari permen itu. ”Orang-orang tua memang konsumen loyal kami,” kata Nicodemus Hardi, Managing Director Operasional PT Slamet Langgeng, produsen permen Davos. Permen ini dirintis oleh Siem Kie Djian pada 28 Desember 1931. Lokasi pabriknya tetap sama hingga kini: Jalan Ahmad Yani 67, Kelurahan Kandang Gampang, Purbalingga, Jawa Tengah. Perusahaan dilanjutkan anaknya, Siem Tjong An. Enam tahun berikutnya, bisnis diteruskan lagi ke anak dan menantu Tjong An: Toni Siswanto Hardi dan Corrie Simadibrata. Kini perusahaan tersebut dipimpin oleh Budi Handojo Hardi, generasi ketiga pendiri bisnis ini.

2. Wajik Week [1939]

SEMULA, pada 1939, Nyonya Ong Kiem Lien hanya memasak kue untuk dijual ke tetangga. Ada wajik, onde-onde, keripik tempe, rempeyek kacang, dan jadah (kue dari ketan dan kelapa parut). Usaha ini dilanjutkan oleh anaknya, Ong Gwek Nio, yang kemudian hanya berkonsentrasi pada wajik.


3. Siroop Tjap Buah Tjampolay [1936]
RASANJA sedap, baoenja wangi. Itulah yang tertera dalam kemasan sirup Tjap Buah Tjampolay. Minuman legendaris asal Cirebon ini pertama kali dibuat oleh Tan Tjek Tjiu pada 11 Juli 1936. Hingga kini kemasan dan labelnya tak berubah.

4. Sarang Sari [1934]

Botolnya hijau, mirip botol bir. Tulisan dalam kemasannya tak berubah sejak 75 tahun lalu: Limonadestroop. Sarang Sari, begitulah nama sirup berbotol serupa bir itu, bertahan di tengah gempuran minuman berkarbonat. Cikal bakal sirup ini dimulai dari De Wed Bijlsma, pengusaha asal Groningen, Belanda, yang mendirikan NV Conservenbedrijf de Friesche Boerin pada 1934.


5. Ting-ting Jahe [1935]

NJOO Tjhay Kwee menunggang sepeda pancal mengitari Pasuruan. Kala itu, tahun 1935, Njoo sedang merintis usaha kembang gula Sin A di Pasuruan, Jawa Timur. Kisah ini dituturkan Dyah Purwaningsih, General Manager PT Sindu Permata, perusahaan yang memproduksi ting-ting jahe. Ayu adalah cucu Njoo alias generasi ketiga pemilik perusahaan ini.

6. Tahu Yun Yi [1940]

DALAM bahasa Mandarin, yun yi artinya bermanfaat atau beruntung. Perusahaan tahu yang didirikan pada 1940 itu memang beruntung masih eksis hingga kini. Bisnis tahu Yun Yi dirintis oleh Liauw Hon Tjan di Jalan Jenderal Sudirman Belakang 231, Bandung. Pabrik tahu ini tak pernah berpindah hingga sekarang.

7. Teh Cap Botol [1940]

RIBUAN botol plastik hijau itu bergerak dalam irama teratur di atas jalur roda berjalan. Lalu, plop, plop, plop: letupan mesin memasangkan plastik kemasan ke satu per satu botol yang berisi teh amat panas. Antrean lantas menjalar ke mesin berikut yang memasangkan tutup botol. Dari sini jalur roda bergerak lagi menuju pengemasan akhir. Maka jadilah teh botol merek Joy Tea Green, yang siap dikirim ke jutaan konsumen di seluruh Indonesia serta mancanegara.


8. B29 [1930]

Menurun, tapi tak kehilangan pasar.
PASAR Pagi Jakarta, akhir 1930-an. Sekumpulan ibu-ibu yang sedang belanja di Toko Sewu Gunawan meriung bicara soal sabun. Sabun Cap Tangan, produk Unilever—ketika itu satu-satunya sabun cuci yang beredar di pasar—mendadak langka. Jikapun ada, harganya mahal. Para ibu mengeluh: mereka tak bisa mencuci baju, piring, bahkan mandi.


9. Dji Sam Soe [1913]

RUMAH kuno itu tak lagi berpenghuni. Pagarnya tertutup seng. Ketika didatangi Tempo tiga pekan lalu, tampak empat petugas bergantian menjaga rumah. Di rumah inilah Liem Seeng Tee, pendiri HM Sampoerna, mengawali sejarah pada 1927.
Beralamat di Jalan Ngaglik, Surabaya, rumah ini—selain menjadi tempat tinggal—dulunya berfungsi sebagai gudang tembakau dan pabrik rokok. Selama lima tahun Seeng Tee menguji berbagai campuran rempah dan cengkeh di rumah ini. Dji Sam Soe salah satu produknya. Dari rumah ini pula Dji Sam Soe mulai diproduksi secara masif.


10. Kopi Warung Tinggi [1878]

Beberapa kali berhenti berproduksi, tetap hidup berkat kepercayaan pelanggan. Dulu resep lisan, kini tersimpan di komputer.
BATAVIA, 1878. Restoran di tepian Moolen Vliet Oost—kini Jalan Hayam Wuruk— Jakarta, itu berbeda dengan bangunan lain di sekitarnya. Tampak lebih bagus, lebih besar, dan tinggi. Masyarakat di tepian Ciliwung lalu menyebutnya Waroeng Tinggi. Adalah Liaw Tek Soen, perantau asal Tiongkok, yang membangun warung itu bersama istrinya.


11. Kecap Bango [1928]

Kemasan diremajakan, rasa dipertahankan, penetrasi pasar diperkuat. Jurus inovatif memperpanjang umur.
BANGO itu terbang tinggi. Dari jago lokal, dia menjadi bintang di tingkat nasional. Bermula dari pojok kampung di daerah Benteng, Tangerang, pada 1928, kini sang Bango mudah dijumpai di toko kelontong di hampir seluruh penjuru Indonesia. Delapan puluh satu tahun silam, suami-istri Tjoa Pit Boen (Yunus Kartadinata) dan Tjoa Eng Nio mengawali cikal bakal Kecap Bango di rumah mereka di Benteng. Sayang, jejak awal sudah amat samar. Napak tilas Tempo di kawasan Benteng tak menemukan sarang pertama sang Bango.

12. BATA

BERJAM-jam sepatu berbahan kanvas itu mengendap di ember penuh air. Basah kuyup, tapi tetap baik kondisinya. Wilfried Tampubolon, pemilik sepatu itu, cuma bisa memandanginya dengan kecewa. Pupus harapannya untuk mendapat sepatu baru. ”Dua tahun sepatu saya tidak diganti, makanya sepatu itu sengaja saya rendam,” kata Wilfried tertawa mengenang kenakalannya semasa kanak-kanak. Ibunya hanya mau membelikan sepatu baru kalau sepatu lama sudah rusak.

sumber
13. Batik Oey Soe Tjoen (1925)

PEMBUATAN selembar batik Oey Soe Tjoen bak ritual panjang. Awalnya, Muayah, pekerja di situ, menggoreskan lilin pada motif daun. Ia lalu menyerahkan hasil kerjanya kepada sang bos, Widianti Widjaja, yang lalu memeriksanya dengan teliti. Bila dianggap oke, kain akan diambil alih pekerja lain. Ia meneruskan pekerjaan untuk motif lain.