Tampilkan postingan dengan label lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lingkungan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Desember 2011

Jembatan Alami Terbesar Di Dunia

Jembatan ini disebut Jembatan Peri (Xian Ren Qiao) atau Bridge Fairies, Jembatan ini terbentuk ketika gunung kapur Karst menembus sungai Buliu . Jembatan Fay sekitar 40 km (garis lurus) barat laut dari Fengshan di provinsi barat laut Guangxi, Cina. Sampai saat ini, tempat ini belum begitu dikenal di luar China.





Minggu, 13 November 2011

Sekolah Paling Hijau Didunia, Dari Indonesia Hingga Brasil

THE GREEN SCHOOL-BALI,INDONESIA
75 bangunan sekolah didinginkan dan didukung dengan sumber-sumber energi terbarukan seperti tenaga mikro hidro, tenaga surya, dan bio-diesel. Bambu, rumput lalang-alang (rumput lokal), dan dinding lumpur tradisional bentuk struktur bangunan.

Sekolah itu dibangun dengan hati-hati pada 20 hektar tanah dan ada di sistem permaculture organik, dirancang untuk bekerja dalam kohesi yang sempurna dengan alam ekologi tanah. Sebuah taman organik tumbuh subur untuk dibudidayakan oleh siswa sendiri ,buah-buahan dan sayuran, rempah-rempah, dan tanaman lainnya termasuk coklat.
Mereka mempelajari semua daur ulang , sampah digunakan untuk pakan ternak dan output dari toilet mereka gunakan sebagai pupuk alami. Sekolah ini juga bekerja sepenuhnya dari jaringan listrik lokal, pembangkit listrik sendiri dalam beberapa cara, termasuk pusaran air sederhana dari sungai setempat.

Director of green school

Direktur green School Ron Stones dengan Grace De Niro. Nyonya De Niro sangat terkesan oleh Green School bahwa ia istri, Aktor Robert De Niro, memutuskan untuk membuat kontribusi yang signifikan untuk Program Beasiswa.

THE BRIDGE SCHOOL

Juga Penghargaan Aga Khan untuk RECIPIENT Arsitektur AWARD, THE BRIDGE SCHOOL di Provinsi Fujian menghubungkan dua bagian Xiashi, sebuah desa dibagi oleh sebuah sungai kecil . , juga digunakan sebagai jembatan penyeberangan oleh penduduk desa.

THE João XXIII School
Didirikan pada tahun 1964, dengan 915 siswa dan dikelola oleh sebuah yayasan yang didirikan oleh orang tua, João XXIII berniat untuk berinvestasi lebih banyak dalam proyek "O Mundo Passado sebuah Limpo" (DUNIA MENJADI BERSIH).

Sekolah ini sudah memiliki kebun sayur dan sistem untuk memproses kompos (bahan organik) dan untuk memisahkan bahan-bahan daur ulang dari sampah.

-Living sustainably can be learned. Itu adalah ide yang diperjuangkan oleh dua sekolah di kota selatan Brasil Porto Alegre, dimana siswa sedang belajar untuk menjadi warga peduli lingkungan dari milenium baru.

6.000 Botol Plastik + Beberapa warga desa berdedikasi= sekolah baru di Guatemala.

the orange building merupakan sekolah yang dindingnya terbuat dari 6000 botol plastik,,,di Granados, Guatemala .memiliki dinding dibangun dengan menggunakan plastik-sampah botol dan begitu banyak plastik lainnya ,bahwa tim yang membangunnya harus pergi ke desa-desa tetangga untuk mengumpulkan sampah botol plastik.

Peace Corps sukarelawan Laura Kutner terinspirasi untuk memulai proyek karena sampah plastik ada di mana-mana di Guatemala, Jadi dia meminjam ide menggunakan botol sebagai bahan konstruksi dan dengan bahan dan tenaga kerja dari penduduk lokal.



Sumber

Minggu, 16 Oktober 2011

Mengintip Sekolah Ramah Lingkungan Pertama di Indonesia




  • Green School at the Kul-Kul Campus
  • Sibang Kaja, Banjar Saren
  • Abian Semal, Badung 80352
  • Bali, Indonesia
  • Mobile: +62 361 801 3793
  • Phone:+62 361 469 875



  • Bali memang dikenal sebagai pulau yang sangat indah, dan menjadi salah satu tujuan para wisatawan asing maupun domestik untuk berlibur. Selain pantainya yang memanjakan mata, juga budaya dan alamnya, ternyata ada satu lagi yang bikin ane makin cinta sama Bali, yaitu Bamboo School! Pertamanya ane agak kaget gt, kalo di Bali ada Green School seperti ini. Yup, Green School atau disebut dengan nama Kul-Kul Campus ini berlokasi diantara Denpasar dan Ubud. Atau tepatnya terletak di Desa Sibang Kaja, Badung (sekitar 30 km dari Denpasar). Dibangun sejak 2008, pendiri Bamboo School adalah John dan Cynthia Hardy, yang memang sudah lama menetap di Bali. hmmm salut deh sama mereka yang punya ide sekeren ini, untuk bikin sekolah yang menyatu dengan alam, dan berhasil mewujudkannya! Oya, murid-murid yang bersekolah disini ternyata banyak loh, mulai dari pre-school sampai kelas untuk high school. Hmm, jadi gimana rasanya ya belajar di Bamboo School? Kalo yang ane bayangin sih, pasti bakal nyenengin banget nuntut ilmu disini, dekat sama alam, nggak ada polusi, sejauh mata memandang yang diliat pemandangan hijau yang asri! Aaaa.. maybe this is the coolest school in Indonesia!! Proses belajar-mengajarnya pun pasti fun banget





    Bali memang dikenal sebagai pulau yang sangat indah, dan menjadi salah satu tujuan para wisatawan asing maupun domestik untuk berlibur. Selain pantainya yang memanjakan mata, juga budaya dan alamnya, ternyata ada satu lagi yang bikin ane makin cinta sama Bali, yaitu Bamboo School! Pertamanya ane agak kaget gt, kalo di Bali ada Green School seperti ini. Yup, Green School atau disebut dengan nama Kul-Kul Campus ini berlokasi diantara Denpasar dan Ubud. Atau tepatnya terletak di Desa Sibang Kaja, Badung (sekitar 30 km dari Denpasar). Dibangun sejak 2008, pendiri Bamboo School adalah John dan Cynthia Hardy, yang memang sudah lama menetap di Bali. hmmm salut deh sama mereka yang punya ide sekeren ini, untuk bikin sekolah yang menyatu dengan alam, dan berhasil mewujudkannya! Oya, murid-murid yang bersekolah disini ternyata banyak loh, mulai dari pre-school sampai kelas untuk high school. Hmm, jadi gimana rasanya ya belajar di Bamboo School? Kalo yang ane bayangin sih, pasti bakal nyenengin banget nuntut ilmu disini, dekat sama alam, nggak ada polusi, sejauh mata memandang yang diliat pemandangan hijau yang asri! Aaaa.. maybe this is the coolest school in Indonesia!! Proses belajar-mengajarnya pun pasti fun banget




    adi jangan bayangin ruang-ruang kelas tertutup dan ber-AC, dibanding itu, Green School menggunakan batang bambu sebagai ruang kelas, dengan kincir angin sebagai pendingin udaranya. Hmm.. ademmm. Selain itu, sumber listrik untuk seluruh kompleks sekolahan pun menggunakan bio-gas, sawdust hot water, cooking system, a hydro-powered vortex generator dan juga solar panel. Padahal sekolah ini termasuk besar banget, di dalamnya dilengkapi gym, assembly spaces, faculty housing, kantor, café, tambak udang, peternakan sapi, arena olahraga, laboratorium, organic gardens hingga perpustakaan. Waaaaw!!















    Indonesia yang masuk dalam jajaran Negara paling berpolusi no 3 sedunia, setidaknya boleh berbangga hati. di tengah – tengah mirisnya pendidikan di negeri ini, sebuah inovasi baru di bidang pendidikan indonesia hadir di Bali, jantung pariwisata negeri kita. Selama pembangunannya, hanya bambu, rumput gajah dan tanah liat yang dipergunakan. Semen digunakan hanya di beberapa tempat di yayasan. Pusat dan bangunan yang paling penting adalah "jantung sekolah." Ini mungkin merupakan gedung terbesar di dunia yang dibangun sepenuhnya dari bambu. Dengan tinggi 18 meter dan luas 64 meter, area sekolahnya mencakup berbagai struktur: gedung apartemen, ruang kelas, gedung kantor, dan kafe. Sekolah ini mendapatkan listrik dari sumber ramah lingkungan: generator turbin air dan panel surya . Terobosan untuk meminimalisir pencemaran dunia yang patut diacungi jempol.
















    Sekolah Hijau ini memang mengadopsi banyak konsep hijau dalam operasionalnya, lebih dari itu, mereka memang bercita-cita mencetak manusia yang mampu secara lengkap memiliki bekal dalam menjalani kehidupan. Sekolah yang digagas oleh kelompok internasional dengan background pendidik, environmentalis dan pebisnis ini ingin mengkombinasikan keahliannya untuk mencetak pelajar yang menjadi inspired thinkers, creative problem solvers, mengerti tentang berbagai hal dalam kehidupan, dan mampu menjadi pemimpin di dunia yang selalu berubah dan menantang ini. Pendeknya, mereka-para pelajar-akan tahu segala hal dari organic gardening hingga mendesain website, dari menjalankan bisnis kecil hingga menekan emisi karbon, menjadi orang yang membanggakan dan dapat dipercaya mengelola kehidupan dengan lebih baik di dunia yang semakin kompleks ini. Wiiiih, panjang dan mulia sekali ya cita-citanya ini.















    Kemudian yang takalah uniknya adalah jembatan bamboo yang membentang di tengah – tengah sekolah, yang dibawahnya mengalir sungai Ayung. Benar – benar Alam ??? Yup… memang itulah salah satu visi dan juga kelebihan sekolah ini… INTERAKSI DENGAN Alam…

    Pendingin udaranya tidak lagi memakai Ac, melainkan kincir angin melalui terowongan bawah tanah. Tenaga listiknya menggunakan bio-gas yang terbuat dari kotoran hewan untuk menyalakan kompor. Tambak udang tempat budidaya, sekaligus peternakan sapi. ditambah lagi arena olahraga, laboratorium, perpustakaan, dll.

    Para murid diajarkan untuk dekat dengan Alam, mulai dari cara menanam padi, memproduksi coklat sendiri. Semua itu tak lepas dari harapan agar murid – murid mereka mengerti tentang berbagai hal dalam kehidupan, dan mampu menjadi pemimpin di dunia yang selalu berubah dan menantang ini.

    Pendeknya, mereka-para pelajar-akan tahu segala hal dari organic gardening hingga mendesain website, dari menjalankan bisnis kecil hingga menekan emisi karbon, menjadi orang yang membanggakan dan dapat dipercaya mengelola kehidupan dengan lebih baik, di tengah krisis bumi ini.














    Harganya ?? jangan ditanya… . orang tua yang mampu menyiapkan uang untuk registrasi $ 500, Uang bangunan tahunan $ 950 dan buat grade I-VI uang sekolahnya setahun $ 7.950 adalah syarat untuk menyekolahkan anaknya di Green School Bali, tidaklah heran bila murid – muridnya sendiri lebih banyak terdiri dari kaum ekspatriat dan orang asing.

    Meski begitu, Green School menyediakan beasiswa pendidikan, maklum… sekolah ini baru berdiri 2 bulan lalu.

    Di sisi yang lain seharusnya keberadaan Green School menginspirasi pemerintah dan swasta membuat sekolah yang mirip namun lebih affordable dalam biaya.






    Sebagai anak negeri, miris rasanya melihat anak – anak bule yang terkenal bersih itu mau bermain – main dengan lumpur dan duduk lesehan di atas tikar, kemudian mampu bercocok tanam, menanam padi, dan membudidayakan udang. Sedangkan kita ? masuk ke lumpur saja mungkin tidak pernah, apalagi menanam padi ? padahal bercocok tanam merupakan identitas bangsa kita sebagai negara agraris.

    Andaikata sekolah di negeri ini seperti Green School, mungkin tidak akan ada lagi yang namanya illegal logging, dan pembabatan hutan secara liar, karena sejak kecil mereka telah diajarkan bagaimana cara mencintai Alam.


    sumber

    Jumat, 14 Oktober 2011

    Lukisan Alam Terindah Maha Karya Tuhan Sang Pencipta

    Kehidupan berjalan begitu cepat, setiap hari kita selalu dipaksa untuk bekerja dan bekerja. Disibukkan dengan aktifitas yang terus menerus berulang setiap waktu.

    Namun dibalik kesibukkan kita, berhentilah sesaat untuk melihat sekeliling kita. Karya Tuhan yang sangat indah akan memanjakan hidup mata Anda dan sejenak lupakan kesibukkan dunia Anda.