Jumat, 28 Januari 2011

Ini Dia Berbagai Cara Menyajikan Makanan dari Beberapa Negara



Rock It!
IKIZUKURI (Japan)




Cara Penyajiannya: jika ada pesanan, koki akan segera mengambil ikan segar yang masih hidup, kemudian langsung disisik, dipotong-potong dalam kondisi masih bergerak-gerak, setelah dipotong-potong, langsung disajikan di depan pemesan dengan keadaan masih menggelepar.

Ikizukuri, berarti ‘disiapkan dalam keadaan hidup’. Untuk mempersiapkan makanan seperti ini tentunya si koki harus benar-benar canggih dalam mempersiapkan makanan yang ada, ia harus bisa memotong-motong daging ikan tanpa membunuhnya!. Terkadang beberapa koki yang sangat hebat dapat memotong sedemikian rupa, sehingga ia dapat memisahkan daging dan kemudian mengaturnya kembali agar tampak utuh, dalam kondisi si ikan masih menggelepar!

ORTOLAN (France)




Burung Ortolan, seekor burung yang menjadi santapan dalam menu ini. Burung ortolan adalah burung yang panjangnya enam inci dan beratnya sekitar 2 ons. Warnanya hijau zaitun dan kuning, dengan sentuhan merah di sana sini, sangat indah.

Penyajiannya: Burung yang telah ditangkap, matanya dibutakan dengan ditusuk, kemudian di beri makan secara paksa dalam sangkar yang sempit sampai tidak dapat bergerak. karena makanan paksa, badannya mengembang sampai dua atau empat kali lipat ukuran bisanya. Setelah dirasa cukup, burung ini akan ditenggelamkan dalam Armagnac (jenis minuman keras)

Setelah itu, burung ini disajikan dengan dibakar, dan dimasukkan kedalam mulut dalam kondisi kepala diluar. Yang anda tinggal lakukan adalah menggigitnya, sehingga kepalanya terlepas dan anda mengunyah tubuhnya lengkap dengan semua bagian, tulang dan jerohan lengkap!

FOIE GRAS (France)




“Foie Gras” ini berarti hati berlemak, dan hati ini biasanya diambil dari bebek atau angsa. Pada awalnya bebek atau angsa ini bebas bermain suka-suka, dan menikmati masa mudanya dengan penuh keceriaan dan kegembiraan, tapi sampai akhirnya di usia tertentu, mereka akan diberi makanan jagung secara paksa sampai hati (liver) mengembang enam kali lipat ukuran biasanya.

Cara memberi makanan paksa ini lumayan sadis, si bebek atau angsa, dimasukin pipa lewat mulutnya, terus campuran jagung dengan minyak dipaksa masuk ke dalam sistem pencernaannya, yang tentunya, lemak yang masuk ditumpuk di liver angsa. Nah.. selama si bebek atau angsa tadi dipaksa makan dengan cara sadis ini, dia disimpen dalam kotak kayu yang rapet dan nggak memungkinkan sama sekali si bebek atau angsa tadi bergerak!

DOJO TOFU (Japan)




Cara penyajiannya:Gampang banget kok, rebus air sampai panas, terus masukin tahu di dasarnya, segera tambahkan belut-belut kecil ini. Dan cara mereka berusaha melarikan diri adalah dengan masuk dan memaksakan diri mereka ke dalam tahu yang masih dingin/segar tadi.

Masalahnya, mereka hanya bisa bertahan sementara, karena tahunya bakalan jadi panas juga kan? dan akhirnya belut2 kecil ini matang bersamaan dengan tahu tadi! Akhirnya tahu tadi akan bolong-bolong gara-gara belut yang tadi berusaha lari kesana kemari nyelametin diri.

FENG GAN JI (China/Tibet)




Arti secara literal adalah “Ayam kering angin”, jadi ayamnya dikeringkan karena angin!. apa saja yg dibutuhkan? pertama Ayam segar (pastinya) , pisau yang luar biasa tajam, plus koki yang berhati beku, hitam dan dingin.

Cara penyajiannya: Kalo penyajiannya sih biasa, tapi cara persiapannya. Ayam dibelah perutnya hidup-hidup, diambil isi perutnya, dan diganti dengan berbagai macam bumbu. Setelah itu perutnya dijahit lagi, dan digantung gitu aja sampai kering! Kalo kokinya sudah ahli banget, ayamnya kadang masih hidup pas isi perutnya dibuang.

HUO JIANG LU (China)






bahan makanannya adalah keledai. memang kedengaranya masih wajar klo keledai jadi santapan kuliner. tapi kenapa dibilang sadis ya? hhmmm, jawabannya adalah karena penyajianya yg mengharuskan keledai di ambil dagingnya dalam keadaan masih hidup dan bahkan masih berteriak kesakitan. uwh, coba kalian bayangkan.

Belum lagi cara penyajiannya: makanan yang disebut Huo Jia Lu (Keledai Hidup) ini disiapkan dengan cara, si keledai diikat kakinya, dan badannya ditidurkan, kemudian si ‘chef’ memotong-motong badan si keledai dan membagikan dagingnya pada saat si keledai berteriak-teriak kesakitan.

Komentar kamu sangat berharga bagi kami