Minggu, 27 Maret 2011

Manfaat dan Cara Push-up yang Tepat



Rock It!
ANDA tentu masih ingat bagaimana pertama kali kita diajarkan melakukan push up kala mata pelajaran olahraga di sekolah dasar. Hingga kini, gerakan sederhana ini masih bertahan sebagai salah satu bentuk olahraga yang efektif.

http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/spaw/uploads/images/article/image/2011_03_17_03_59_06_PUSHUP---DC.jpg

Apa yang membuat push up menjadi gerakan jitu dalam setiap latihan olahraga?

1. Push-up merupakan gerakan terbaik untuk seluruh tubuh, meliputi bagian atas seperti dada, lengan, otot bisep dan trisep, bahu, serta punggung.
2. Jika dilakukan dengan sesuai, gerakan ini melatih kaki. Belum lagi, gerakan mendorong push-up akan memperkuat lengan dan jantung.
3. Push-up bisa dilakukan di mana saja. Karena ada banyak variasi gerakan, Anda dapat mengubah tingkatnya sesuai dengan keahlian.
4. Metode ini sangat murah karena tak memerlukan alat bantu apa pun.

Oleh karena itu, lakukanlah push-up sesuai dengan kemampuan. Ada tiga cara melakukan push up sesuai dengan kemampuan, seperti dikutip dari Shine.com:

a. Pemula: Push-up di dinding
Letakkan kedua telapak tangan ke dinding, lalu bengkokkan lengan Anda berulang seperti gerakan push up biasa hingga 20 kali dengan berdiri. Bila sudah terbiasa, mulailah berikan tekanan pada gerakan dengan bergerak perlahan. Setelah itu, coba lakukan hanya dengan satu tangan atau sambil melepas kedua tangan dari dinding.

b. Intermediate: Push-up berlutut
Posisikan tubuh seperti push-up, tetapi bukan bertumpu pada kaki, melainkan lutut di lantai. Letakkan dulu handuk atau matras di bawah lutut agar tak sakit. Letakkan tangan sejajar dengan bahu. Pastikan ujung jari menghadap ke depan. Silangkan kaki saat membungkuk Turunkan dada sampai sekitar 3 inci dari lantai dan tekan kembali ke posisi awal.

c. Advanced: Push-Up sempurna
Posisikan tubuh untuk push-up dengan lutut menjauhi lantai dan tumpuan berada para ujung kaki. Jangan biarkan punggung melengkuk, pertahankan agar tetap lurus. Tak apa bila Anda hanya bisa melakukan satu atau dua kali gerakan pada awalnya. Biasakan saja terlebih dahulu hingga Anda mahir melakukannya dengan benar.

sumber

Komentar kamu sangat berharga bagi kami